Mamuju, Kabarsulawesi.net – Ketegangan kecil muncul di Lingkungan Tegar 77/BTN Puri Pezona Zarindah, saat rapat evaluasi ketertiban dan keamanan pada 13 Februari 2026 membahas isu sensitif: iuran warga.
Rapat yang digelar di salah satu rumah warga dan dihadiri seluruh perwakilan RT setempat, dipimpin Kepala Lingkungan Abdul Wahab, menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi warga.
“Sebagai kepala lingkungan, saya perlu mendapatkan masukan langsung dari setiap RT agar persoalan yang ada dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Abdul Wahab.
Persoalan iuran menjadi sorotan utama. Beberapa warga menilai besaran iuran terlalu tinggi. Abdul Wahab menegaskan, dana tersebut digunakan untuk operasional keamanan, penerangan jalan, pengelolaan sampah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan dan masih banyak biaya tak terduga. Ia menambahkan, keterbatasan anggaran membuat prioritas dialokasikan pada kebutuhan yang paling mendesak.

Foto: Laporan Dokumentasi Tim Keamanan Tegar 77 Setiap Malamnya di salah satu grub
“Keamanan mungkin tidak selalu terlihat, tapi dampaknya dirasakan melalui rasa aman dan kondusif di lingkungan,” ujar Abdul Wahab. Layanan pengelolaan sampah, misalnya, kini dijadwalkan pengangkutannya setiap dua hari sekali, memberi manfaat langsung bagi warga.

Foto: Kerja Bakti Penyemprotan disinfektan di lapangan kosong RT 7
Rapat menyepakati penyusunan Peraturan Lingkungan Tegar 77 secara tertulis, sebagai landasan hukum untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan masyarakat.

“Kami selama ini punya aturan lisan melalui RT. Ke depan, aturan akan dituangkan tertulis agar lebih jelas, transparan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Abdul Wahab.
Dengan aturan tertulis ini, pengelolaan lingkungan diharapkan berjalan lebih sistematis, akuntabel, dan mendapat dukungan penuh dari warga.
By. AD







