Polewali Mandar, kabarsulawesi.net– Partai Golkar terus menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan politik dan sosial di era modern. Sejarah panjang partai berlambang pohon beringin menjadi modal penting untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman. Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian DPD I Partai Golkar Sulawesi Barat, Ahmad Zaki Al Mahdali, menekankan prinsip “Shalihin li kulli zaman wa makan”, artinya berbuat baik di setiap zaman dan tempat. Baginya, soliditas internal dan kepercayaan publik adalah kunci Golkar tetap kokoh hingga kini.
Zaki mengingatkan perjuangan Golkar pasca runtuhnya Orde Baru. Meski menghadapi tekanan politik, partai ini berhasil membuktikan eksistensinya lewat Pemilu 1999 dengan 22 juta suara atau sekitar 23% suara nasional. “Ini membuktikan Golkar tetap relevan meski menghadapi krisis politik,” ujarnya melalui WhatsApp, 15 Februari 2026.
Tantangan hari ini tak hanya soal politik. Globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial mengubah wajah masyarakat Indonesia. Bonus demografi membuat 54% penduduk berada di usia produktif, tetapi lapangan kerja tidak seimbang. Fenomena sosial modern seperti phubbing akibat adiksi smartphone pun menjadi perhatian.
Zaki menegaskan pentingnya kepemimpinan yang karismatik dan keterlibatan anak muda. “Anak muda adalah generasi terbesar saat ini, dan Golkar harus memberi ruang bagi mereka untuk beraksi di panggung politik,” tegasnya.
Kabupaten Polewali Mandar akan menjadi tuan rumah Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan internal partai agar Golkar tak hanya tetap kokoh, tapi juga melaju di zaman modern. “Golkar solid, Indonesia maju. Polman lebih baik,” tutup Zaki dengan optimisme.
By. Ad







